Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Bersama-sama dengan dia kami mengutus saudara kita, yang terpuji di semua jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil. Dan bukan itu saja! Ia juga telah ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk menemani kami dalam pelayanan kasih ini, yang kami lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami. (2 Korintus 8:18-19)
Sudah sejak dari gereja mula-mula, utusan-utusan Injil (misionary) itu dikaitkan dengan jemaat atau gereja (aposteloi ekklesion). Utusan-utusan Injil tidak pergi dan bertindak sendiri. mereka diutus oleh gereja. Jadi seorang utusan Injil harus ada yang menjadi pengutusnya, yaitu gereja. Itu sebabnya, pelayanan misi bukanlah aksi solo utusan Injil, tetapi senantiasa sebagai hasil kolaborasi dengan gereja.
Peran gereja sangat penting dalam mempersiapkan utusan Injil, karena sebagaimana utusan yang akan melayani bersama dengan Titus di atas, yang adalah orang yang telah membuktikan diri dalam pelayanan di gereja. Dalam pekerjaan dan pemberitaan Injil, gereja-gereja menilai ia adalah orang yang “terpuji”. Istilah “terpuji” adalah suatu ungkapan bahwa utusan Injil itu merupakan utusan yang telah sangat siap untuk melayani dalam pemberitaan Injil. Gereja-gereja menyaksikan dan merasakan bagaimana pembentukan dan pembuktian dirinya di tengah-tengah mereka, sehingga performanya menjadi seorang yang “terpuji”.
Peran gereja sangat penting dalam mempersiapkan utusan-utusan Injil. Utusan-utusan Injil yang telah terbentuk dengan baik melalui pelayanan mereka di gereja, mereka akan sangat efektif dan mempunyai daya juang yang tinggi. Mereka tidak mudah mundur ketika menghadapi tantangan.
Jika gereja mengetahui ada orang yang terpanggil menjadi utusan Injil dan akan melayani untuk menjangkau salah satu suku atau bahkan satu bangsa lain, gereja harus memberi peluang dan membantu mempersiapkannya di tengah-tengah Jemaat. Utusan Injil jangan dibiarkan sendiri mempersiapkan dirinya, gereja harus membantunya. Ia juga tidak pergi dan melayani seorang diri, tetapi ia didukung oleh gereja. Pelayanan misi bukanlah aksi solo para utusan Injil, tetapi kolaborasi antara gereja dan utusan Injil.
Kiranya gereja-gereja Injili terlibat dalam pengutusan misionary, agar pemberitaan Injil sampai ke ujung bumi.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII