Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Kejadian 12:1 (TB2) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu, dan dari rumah bapamu ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
Erest Israel atau Greater Israel (Israel Raya), telah menjadi isu global yang membuat negara Israel hari ini dianggap sebagai ancaman serius bagi masa depan bangsa-bangsa di kawasan teluk Timur Tengah bahkan internasional. Terutama ketika tentara Israel diketahui memakai emblem-patch Erets Israel di seragam pertahanan pasukan IDF, namun dibantah oleh pemerintah bahwa hal itu sangat bersifat pribadi bukan perintah resmi dari negara.
Erets Israel disebut-sebuat melalui berbagai platform media sosial, dan tentu saja jika hal itu benar, akan mencakup wilayah Suriah, Yordania, Irak, Lebanon, Mesir, Arab Saudi. Beberapa bukti percakapan dan gambar digital beredar luas, meskipun pemerintah Israel tidak pernah menyebut hal tersebut. Artinya, Erets Israel tidak akan pernah ada.
Membicarakan negara Israel hari ini, akan mencakup 3 hal penting, Catatan Alkitab, Sejarah terseraknya Israel dari Tanah Perjanjian dan geopolitik global.
Bagi sebagian masyarakat Israel, memiliki keyakinan bahwa ketika Allah mengembalikan bangsa Israel ke Tanah Perjanjian dan mengalami Kemerdekaan pada 14 Mei 1948, lalu meyakini bahwa Perjanjian Allah meliputi luasnya wilayah Sungai Tigris dan Sungai Efrat, maka kelak Erets Israel akan terwujud.
Apakah jika luas wilayah Israel yang digadang-gadang meliputi enam negara teluk lainnya, akan berujung pada Perang Harmagedon? Jawabnya, tidak ada yang tahu. Bisa iya bisa juga tidak! Hendaknya tidak ada yang menafsir melebihi rencana Tuhan sendiri.
Sejarah mencatat, saat Israel merdeka pada 1948, beberapa negara Arab menyerangnya dan Israel menang. Juga ketika Perang Enam Hari, 1967, beberapa negara Arab menyerangnya, Israel menang dan luas wilayahnya semakin luas. Akankah ke depan ini, wilayah Palestina - Gaza, Samaria dan Yudea akan menjadi milik Israel sepenuhnya? Lalu akan ke mana nasib bangsa Palestina? PBB mengusulkan solusi two state.. Israel dan Palestina berdiri sebagai negara merdeka yang hidup berdampingan dengan damai.
Damailah dunia - Damailah Israel
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII