• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

KEAGUNGAN TUHAN YESUS KRISTUS PEMBUKA GULUNGAN KITAB

 

Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." (Wahyu 5:4-5)

 

Allah adalah Allah yang mempunyai rencana yang sempurna tentang destini dunia ini. Penggenapan rencana Allah yang sempurna itu berpusat pada inkarnasi Tuhan Yesus Kristus, yaitu dari kelahiranNya hingga KenaikanNya, yang bermuara kepada Pencurahan Roh Kudus. Destini dunia mencapai puncaknya pada “fulfillment” keselamatan yang dikerjakan Kristus. Rancangan dan penggenapannya hingga terwujudnya destini dunia ini adalah suatu Penetapan Allah (God’s Decrees). Catatan dari Penetapan Allah ini dalam Wahyu 5:1 dilambangkan dengan “gulungan kitab”. Gulungan kitab berisi catatan lengkap tentang apa yang Allah telah tetapkan atas kehendakNya sebagai destini dunia.  Penetapan Allah tersebut adalah rencana yang kekal Allah dalam periode sejarah segala zaman yang tidak terbatas, bagi seluruh makhluk ciptaan dan atas seluruh alam semesta. Penetapan Allah tersebut berpusat pada karya keselamatan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus hingga fulfillmentnya dalam kehidupan kekal.

Dalam Wahyu pasal 5, gulungan kitab itu termeterai, namun akan dibuka. (harus dilihat perspektif kejadian yang terjadi di sekitar takhta Allah) Seorang malaikat yang gagah dalam arti mempunyai kekuatan mengumumkan secara terbuka mencari siapa yang layak untuk membuka gulungan yang termeterai itu? Ia berseru dengan suara nyaring:

“Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?” (Wah. 5:2)

Seruan malaikat itu diperdengarkan kepada seluruh makhluk di surga maupun di seluruh alam semesta. Tetapi nyatanya tidak ada yang datang, oleh karena tidak ada satu makhlukpun yang layak untuk itu. Yohanes menjadi amat sedih. Karena jika gulungan kitab itu tetap termeterai, maka seolah rencana keselamatan Allah tidak akan terlaksana. (Wah. 5:4)

Tetapi seorang dari tua-tua, yaitu salah seorang yang duduk di atas takhta di sekeliling takhta Allah (Wah. 4:4) yang ikut memerintah, menghibur Yohanes supaya jangan menangis. Ada Yesus Kristus, yang dilambangkan dengan singa dari Yehuda dan tunas Daud yang telah menang, yang dapat membuka gulungan kitab itu dan juga melepaskan/memecahkan ketujuh meterainya.

Yesus dilambangkan dengan “singa dari Yehuda”, berbicara bahwa Dia-lah yang memerintah. Yesus juga dilambangkan sebagai “tunas Daud”, sebagaimana nubuatan nabi-nabi dalam PL (Yes. 11:1,10; Yer. 23:5; Zak. 3:8), hal ini berbicara tentang Yesus yang adalah Mesias, Dia adalah Raja dari keturunan Raja Daud. (Mat. 22:41-45; bd. Mat. 1:6) Ia bukan hanya sebagai Raja yang memerintah namun Ia adalah Anak Allah yang menjadi manusia. Ia adalah “Allah-manusia”.  Ia mengantarai kita dengan Allah, karena Ia adalah yang layak di hadapan Allah sebagai manusia tanpa dosa, tetapi sekaligus Dia adalah Anak Allah yang berkenan kepada Bapa-Nya. Yesus telah menang, karena maut dan dosa dan iblis telah dikalahkanNya, melalui kebangkitanNya. (1 Kor. 15:54-57; Ibr. 2:14) Oleh karena itu Anak Domba itu layak untuk membuka gulungan kitab itu dan melepaskan/memecahkan meterai-meterainya.

Tidak ada satupun di surga dan dari alam semesta yang layak membuka gulungan kitab itu dan melepaskan/memecahkan ketujuh meterainya, kecuali Anak Domba yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Ilustrasi tentang gulungan kitab yang dapat dibuka adalah gambaran tentang suatu peristiwa yang sangat hebat dan suatu keagungan yang sempurna di sekitar takhta Allah, dimana Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya pribadi yang layak untuk membuka gulungan kitab itu.

Kontemplasi: Dari hasil perenungan Firman Tuhan ini, aku berlutut dan menyembah Engkau pagi ini dan mengatakan berulang-ulang, betapa agungnya karya Allah dalam Tuhan Yesus Kristus.

 

“Tetaplah bersekutu dan memberitakan Injil !”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN