• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

ETIKA INJILI DAN NILAI-NILAI DI PGLII (I)

 

Teks di AD PGLII Pasal 6 Usaha: Untuk mencapai Tujuan seperti tersebut di atas, maka PGLII berusaha:

1.Membela dan meneguhkan teologi dan etika Injili sesuai kemurnian asas Injili berdasarkan Alkitab

 

Setidaknya di Indonesia ada dua arus utama Gereja Injili.

1. Gereja Injili Ekumenikal dan

2. Gereja Injili Evangelical.

 

PGLII adalah Gereja Injili Evangelical, yang secara khusus sesuai dengan visi para founding fathers, didirikan untuk membela teologi Injili dan memberitakan Injil. Yang dikerucutkan dalam suatu motto: "Dipanggil untuk Bersekutu dan Memberitakan Injili". Memberitakan Injil yang dimaksud di PGLII adalah memproklamasikan Yesus Kristus Tuhan dan satu-satunya jalan dan juruselamat manusia berdosa. Diluar Yesus tidak ada keselamatan. Dari para Pendiri hingga Pengurus PGLII selama berpuluh tahun menekankan penginjilan dimaksudkan agar terjadinya keselamatan dan pertobatan.

 

Sejak PGLII didirikan (PII) 1971, selalu ada nilai-nilai yang terus menerus dipertahankan, yaitu "Siapa pun yang bergabung di PGLII, adalah mereka yang menerima panggilan untuk bersekutu (sesama kaum Injili di Indonesia) dan memberitakan Injil", dengan demikian tidak ada tujuan dan usaha lain dari ketetapan yang tertulis di AD/ART PGLII.

 

Mungkin sedikit yang pernah membaca AD/ART PGLII hasil Revisi Tahun 2020 di Medan, bahwa untuk mencapai Tujuan PGLII (AD Pasal 5) suatu Usaha (AD Pasal 6) dibutuhkan, yang tertulis sebanyak 7 butir. Butir pertama; Membela dan meneguhkan teologi dan etika Injili sesuai kemurnian asas Injili berdasarkan Alkitab. Teks Etika Injil baru muncul di AD/ART hasil revisi tahun 2020. Maka jika diajukan pertanyaan, dan seharusnya setiap pengurus PGLII akan peduli dengan teks-teks Usaha tersebut, akan bertanya seperti apakah yang dimaksud dengan; "Etika Injili" sesuai kemurnian asas Injili berdasarkan Alkitab?

 

Di masa periode Maper dan PP PGLII yang lalu, Etika Injili terus menjadi PR besar yang belum berhasil dibuat draftnya, karena yang diperioritaskan adalah diperlukannya "Teologi PGLII" menjadi pegangan bersama. Menjadi percakapan di Munas XIII 2025, namun sayang draft yang telah disepakati oleh sebagai Anggota dan Pengurus tidak terbawa di Munas XIII.

 

Karena itu salah satu cara untuk mewujudkan Etika Injili (Usaha di PGLII) Maper dan PP periode lalu menyepakati pokok-pokok Etika Injili PGLII sebagian dimuat di teks-teks "Pakta Integritas". Kepengurusan di PGLII dapat digugurkan ketika Pakta Integritas yang ditandatangi oleh masing-masing orang dengan kesadaran penuh, ternyata sengaja dilanggar dan diabaikan.

 

Namun demikian, disamping Teologi PGLII, sangat perlu juga mewujudkan seperti apa Etika Injili itu? Mengingat jejak-jejak di kepengurusan yang lalu, dari yang memanfaatkan dan menunggangi PGLII demi kepentingan dirinya sendiri sampai kepada kepentingan dan tujuan yang jauh dari Tuhuan dan Usaha PGLII.

 

Salam Injili


ID EN