• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

SUDAH WAKTUNYA MEREBUT RUANG BICARA

 

2 Korintus 4:13 (TB)  Namun, karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", kami juga percaya dan sebab itu kami juga berbicara.

 

"Berbicaralah kebenaran dan jangan minta maaf”

 

Sejarah kekristenan diwarnai juga dengan penderitaan yang sangat berat hingga kematian. Dari sejak para murid Kristus hingga-rasul rasul yang menderita penganiayaan, lalu penganiayaan kekristenan yang brutal di Roma oleh beberapa Kaisar, dari Kaisar Nero sampai Kaisar Diocletianus sehingga banyak orang yang dibunuh dan dikubur di Katakombe (kuburan di bawah tanah), bahkan sebagai tempat bersembunyi, lalu kisah Pendeta dan Teolog Jerman Dietrich Bonhoeffer, yang dipenjara dan digantung. Namun, dari dalam penjara Dietrich terus berbicara.

 

Di Roma juga, masyarakat yang tahunya Yesus dari Nazareth disalib sebagai penjahat, rasul Paulus juga bersuara "Aku tidak malu terhadap Injil (Kristus)".

 

Yesus sendiri mengatakan, "Jika kamu malu mengakui Aku...", ucapan ini akan sangat mudah ketika disampaikan di kalangan umat Kristen, tetapi sangat bermasalah jika diperdengarkan di ruang-ruang

dimana Kristus sendiri ditolak.

 

Karena itu, ketika rasul Paulus dan para pengikut Kristus di Korintus mengalami penderitaan, justru hal itu diatasi dengan berbicara, "Karena kami memiliki roh iman maka kami berbicara". Berbicara bukan hanya mengeluarkan suara dan pendapat, tetapi sedang memenuhi ruang bicara yang isinya beragam, termasuk yang berniat menghancurkan kekristenan.

 

Dan ruang bicara disini bukan soal adanya teknologi komunikasi dan informasi yang berwujud pada akal imitasi, tetapi juga bagaimana Injil itu mampu memenuhi ruang-ruang bicara yang selama ini tidak pernah memberi tempat bagi bagi suara Injil - suara Kristen. Meskipun kekristenan ditolak bahkan ruang untuk berkontribusi bago bangsa dan umat ditutup rapat, Tuhan akan tetap membangkitkan orang-orang yang memiliki roh iman untuk berbicara.

 

Berbicaralah di ruang publik, di media sosial, di parlemen, di istana, di pasar, di pusat-pusat keramaian, bahwa Yesus Kristus Tuhan tetap sama, Ia hidup, dan oleh-Nya setiap lidah yang mengaku dan setiap lutut yang bertekuk "Yesus Tuhan!" diselamatkan.

 

Kekristenan itu, semakin dihambat akan makin merambat

 

Salam Injili

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII


ID EN