Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Yesaya 1:23 (TB2) Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok. Mereka tidak membela hak anak-anak yatim, dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka.
"Seekor ikan diketahui busuk atau tidak, dilihat dari kepalanya"
Kita Yesaya dibuka dengan suara lantang dari Nabi Yesaya yang dengan terbuka membuka keburukan para pemimpin Yehuda dan Yerusalem. Para pemimpin yang berontak di hadapan Allah, melakukan konspirasi dengan para koruptor. Bukan saja suka disuap tetapi malah memiliki tabiat mengejar suap. Buat berbagai program nasional agar hasil setorannya semakin besar. Sebagai pemimpin mereka tidak memahami penderitaan rakyat, kesusahan para janda dan yatim piatu - mereka yang seharusnya mendapat dana bantuan sosial malah diabaikan.
Pemimpin semacam ini adalah pemimpin yang membuat bangsanya dilanda dosa-dosa pemimpin. Semua proyek nasional adalah proyek memperkaya diri dan rakyatlah yang menderita dan sengsara. Ketika bencana alam terjadi para pemimpin hanya sibuk buat siaran pers. Ketika rakyat berteriak lapar para pemimpin hanya sibuk efisiensi anggaran. Ya, pemimpin yang jauh dari rakyatnya. Pemimpin selalu hidup mewah, rakyat menanggung bayar hutang, bayar pajak yang semakin meningkat, pendidikan yang mahal, biaya kesehatan yang semakin tak terjangkau - rakyat mengalami dosa-dosa pemimpinnya.
Karena itu, para pemimpin Kristen adalah pemimpin yang mengikuti teladan Yesus Kristus. Lihatlah, bagaimana Yesus berkeliling dari kota ke kota dan desa ke desa sehingga tahu setiap masalah setiap orang. Namun, jika para pemimpin Kristen berlaku sama seperti pemimpin yang ditelanjangi oleh Nabi Yesaya (Yes 1:23) maka pengikut Kristus akan mengalami dampaknya, atau ikut dilanda dosa pemimpinnya. Untuk mengembalikan dan membangun kembali nama baik terkadang jauh lebih sulit dari saat terjatuhnya.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII