Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Efesus 6:15 (TB2) kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
"Apakah dengan sepatumu yang bagus, kuat dan mahal sebanding dengan perjalanan pemberitaan Injil?"
Rasul Paulus memberi pujian yang tinggi kepada setiap utusan Kristus yang melangkahkan kakinya beritakan Injil, "Alangkah menyenangkan langkah-langkah mereka yang membawa kabar baik!" (Rm 10:15b). Hal ini sesuai dengan Amanat Agung Kristus, "Pergilah ke seluruh dunia...".
Pada masa Yesus dan para Rasul hidup, sepatu atau alas kaki yang dikenakan disebut "kasut", yaitu alas kulit yang memiliki ikatan tali kulit untuk dililitkan pada telapak kaki. Kasut semacam ini sulit bertahan lama jika harus berjalan kaki di jalan-jalan yang berbatu atau tanah yang berkerikil. Karena itu, kepada mereka yang kakinya berkasutkan kerelaan beritaan Injil mendapat pujian. Dipuji bukan karena kasutnya tetapi karena kasut itu dipakai berjalan jauh untuk membawa Injil damai sejahtera.
Bagaimana dengan penginjil masa kini, apakah dengan sepatu yang demikian mahal dan kuat, telah digunakan untuk mencari jiwa beritakan Injil? Berapa banyak jenis sepatu dari berbagai merk yang dimiliki? Apakah kaki tersebut sudah menginjak daerah-daerah kumuh dan becek, dimana berkumpul orang-orang yang dianggap hina dan tak dipandang? Ataukah malah tak sudi jika sepatunya diinjakkan di daerah yang becek, berlumpur dengan manusia yang serba kekurangan. Kemana sepatu bagus itu dipakai? Hanya dari hotel ke hotel, dari seminar ke seminar atau justru yang dipakai orang banyak tahu betapa mahalnya sepatu itu?
Kaki yang bersepatu karena memiliki kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera, itulah yang dipuji Kristus. Berhentilah setiap pergi kemana saja, selalu tak lupa beli sepatu baru yang mahal. Pakailah sepatu yang ada meski ia terlihat tidak menarik lagi, tetapi langkah-langkahnya sudah menjalani tidak daerah yang berkumpul mereka yang perlu diselamatkan.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII