Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Berkatalah ia: "TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel." (Amos 1:2)
Amos 1:2 ini berfungsi sebagai pendahuluan teologis bagi seluruh kitab Amos. Subyek yang berfirman adalah Tuhan. Dia berbicara dari Sion atau Yerusalem. Khotbah-khotbah Amos ini begitu tajam dan kuat, sehingga kitab Amos sering dikritik sebagai "kitab kelam" (a dark book). Namun tujuan utama Amos menyadarkan dosa supaya terjadi pertobatan di hati rakyat. Ia merindukan agar rakyat, sebagai individu dan sebagai bangsa, mencapai pengetahuan pribadi tentang Tuhan sebagai Tuhan mereka. Pernyataan kunci dalam kitabnya adalah undangan penuh kasih Tuhan, "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!” (5:4).
Ayat ini dipenuhi dengan metafora yang sangat dramatis. Ayat ini adalah suatu puisi. Tuhan digambarkan seperti singa yang mengaum. Tuhan diibaratkan singa, raja segala binatang yang menjadi simbol kekuatan, kekuasaan, dan keagungan yang tak tertandingi. Tuhan menyampaikan FirmanNya dari pusat ibadah bangsa Israel, Sion atau Yerusalem, yang selanjutnya Firman itu disampaikan Amos.
Ibarat singa yang mengaum yang menandakan bahaya yang mendekat, demikianlah Tuhan memperdengarkan suaraNya yang menandai akan datangnya malapetaka. Penghakiman Tuhan sudah sangat dekat dan tidak bisa dihindari.
Penghakiman Tuhan, pertama, diibaratkan padang penggembalaan yang menjadi kering. "keringlah padang-padang penggembalaan.” Mengeringnya padang penggembalaan berarti kehancuran ekonomi dan kelaparan. Kedua, diibaratkan puncak gunung Karmel menjadi layu. “layulah puncak gunung Karmel.” Gunung Karmel yang berada di tepi Laut Tengah, terkenal sebagai daerah yang subur, hijau, dan kaya air, bahkan di musim kering sekalipun. Jika Gunung Karmel menjadi layu dan gersang, itu berarti penghakiman Allah bersifat menyeluruh. Tidak ada tempat yang luput. Gambaran penghakiman Tuhan yang hiperbola ini bertujuan untuk menyampaikan kenyataan rohani yang sangat serius: penghakiman Tuhan akan melanda seluruh negeri. Ayat ini berbicara tentang hari Tuhan, saat mana Tuhan bertindak untuk menghakimi dan memulihkan. Namun dalam pengertian orang Israel, hari Tuhan sebagai hari kemenangan mereka. Melalui khotbah-khotbahnya, Amos membalikkan ekspektasi mereka, bahwa hari Tuhan itu akan menjadi hari kegelapan.
Amos dalam pemberitaannya adalah gambaran suara nabi di tengah kerusakan bangsa. Suara kenabian adalah suara untuk menyadarkan dosa supaya terjadi pertobatan di hati rakyat. Tujuannya adalah agar rakyat sebagai individu dan sebagai bangsa datang kepada Tuhan mereka. Mencontoh khotbah-khotbah Amos, kita juga dipanggil untuk menyampaikan suara kenabian. Sadarkan manusia akan dosa-dosanya, undang mereka datang dan percaya kepada Tuhan Yesus, serta tantang mereka untuk bertobat. Seperti pernyataan kunci dalam kitab Amos, Tuhan Yesus selalu mengundang dengan penuh kasih: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!”
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII