• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

PGLII RESMIKAN PROGRAM “PGLII PEDULI”

 

Bandar Lampung – Sebuah babak baru dalam pelayanan sosial-ekonomi gereja di Indonesia secara resmi dimulai. Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) meluncurkan program nasional bernama “PGLII PEDULI”—sebuah gerakan pelayanan yang tidak hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi mewujudkannya dalam tindakan nyata bagi gereja-gereja anggota di seluruh tanah air.

Peluncuran perdana yang penuh makna ini digelar di Kota Bandar Lampung, dan secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PP PGLII, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th. Acara yang berlangsung khidmat namun sarat semangat kebersamaan ini disaksikan oleh para pimpinan gereja, tokoh-tokoh Kristen, serta berbagai unsur aras gereja baik dari tingkat nasional maupun daerah. Kehadiran Plt. Pembimas Kristen Provinsi Lampung, Ibu Aslawati Lubis, serta perwakilan dari PGI, PGTI, GMAHK, API, dan PGPI menjadi simbol kuat bahwa semangat sinergi lintas gereja bukanlah sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang sedang dibangun bersama.

Lahir dari Keprihatinan Bersama

Program PGLII PEDULI tidak lahir dalam ruang hampa. Berdasarkan dokumen resmi Komisi XII PP PGLII Bidang Pemberdayaan Ekonomi Gereja, program ini disusun dari arah kerja yang jelas, yaitu merespons kebutuhan mendesak akan pemberdayaan ekonomi gereja. Latar belakangnya pun sangat fundamental: mengacu pada panggilan Firman Tuhan dalam Yakobus 2:15-17 dan Kisah Para Rasul 2:44-45, yang menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati, dan bahwa jemaat mula-mula hidup dalam semangat berbagi dan gotong royong.

Dari panggilan inilah PGLII Peduli dirancang sebagai pusat pelayanan ekonomi gereja yang dibangun di atas fondasi gotong royong, kepedulian sosial, dan pemberdayaan gereja. Bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan sebuah ekosistem pelayanan yang berkelanjutan.

 Tindakan Nyata

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP PGLII, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th, menyampaikan peneguhan rohani sekaligus visi besar program ini. “Gereja dipanggil bukan hanya untuk memberitakan Injil, tetapi juga menghadirkan kasih Allah melalui pelayanan yang berdampak nyata bagi sesama. PGLII PEDULI adalah jawaban atas panggilan itu,” ujarnya.

Visi program ini pun dicanangkan dengan jelas: “Menjadi pusat pelayanan ekonomi gereja yang menghadirkan kasih Kristus secara nyata melalui pemberdayaan ekonomi dan bantuan kebutuhan pokok bagi gereja-gereja anggota PGLII di seluruh Indonesia.”

Visi ini bukanlah sekadar pernyataan indah. Ia diterjemahkan ke dalam misi yang terukur: menjadi wadah pelayanan sosial-ekonomi yang transparan, menghimpun dukungan untuk membantu hamba Tuhan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, memperkuat gotong royong antar gereja, memberdayakan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan, serta mendistribusikan bantuan secara adil dan tepat sasaran. 

Salah satu aspek yang paling rasional dan presisi dari program ini adalah desain implementasinya. Tidak terburu-buru menjangkau seluruh Indonesia sekaligus, PGLII memilih Lampung sebagai lokasi pilot project. Keputusan ini disambut antusias oleh Ketua PGLII Wilayah Lampung, Pdt. Indra Rimbawan, yang menyatakan bahwa kepercayaan ini menjadi bukti nyata persatuan gereja dapat diwujudkan melalui tindakan yang membawa manfaat langsung.

Setelah pilot project Lampung berjalan baik, program akan dikembangkan ke tingkat wilayah lainnya dengan konsep yang sangat strategis: “Satu Wilayah, Satu PGLII PEDULI.” Artinya, setiap wilayah PGLII di Indonesia diharapkan memiliki satu pusat pelayanan ekonomi gereja yang mandiri, terkoordinasi, dan terhubung dalam jaringan nasional.

 Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Yang tidak kalah penting adalah sistem distribusi yang dirancang secara logis dan akuntabel. Prioritas penerima manfaat program ini adalah: 1. Hamba Tuhan gereja anggota PGLII yang kurang mampu secara ekonomi, 2. Hamba Tuhan di daerah pelayanan pedalaman, 3. Hamba Tuhan di wilayah terdampak krisis atau bencana.

 Mekanisme pengajuannya pun jelas: hamba Tuhan dari gereja anggota mengajukan kebutuhan, melampirkan data penerima, diverifikasi oleh tim wilayah, lalu disetujui oleh pengelola PGLII PEDULI. Sistem ini memastikan bantuan tidak salah sasaran dan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

 Peluncuran Perdana

20 Gereja Menerima Manfaat, Hanya Tebus Rp90.000!

Pada peluncuran perdana di Bandar Lampung, sebanyak 20 gereja dari 10 sinode gereja anggota PGLII menjadi penerima manfaat pertama. Setiap penerima memperoleh paket kebutuhan pokok yang sangat layak, terdiri dari: Beras 10 kilogram, Gula 2 kilogram, Minyak goreng 1,6 liter, Telur lebih dari 3 kilogram.

 Yang paling menginspirasi adalah nilai tebusannya: hanya Rp90.000. Nilai ini jauh di bawah harga pasar sebenarnya. Artinya, program ini benar-benar menghadirkan subsidi silang dan semangat gotong royong yang konkret. Bukan bantuan gratis yang membuat penerima bergantung, melainkan bantuan bersubsidi yang tetap menghargai martabat dan mendorong kemandirian.

 Dukungan Lintas Pihak

Kebahagiaan acara peluncuran semakin lengkap ketika salah satu perusahaan swasta memberikan dukungan nyata berupa 4.500 butir telur yang dibagikan kepada para peserta dan tamu undangan. Bantuan ini dapat terwujud melalui dukungan dan fasilitasi dari Pdt. Naek Siregar, yang turut berperan menjembatani kerja sama antara PGLII dan sektor usaha.

 Hal ini menunjukkan bahwa sumber dana program PGLII PEDULI sangat beragam dan berkelanjutan: donatur tidak terikat, dukungan PGLII wilayah, mitra usaha dan pengusaha Kristen, serta bantuan sosial dan kemitraan. Model pendanaan ini membuat program tidak bergantung pada satu sumber saja, sehingga lebih stabil dan berkelanjutan.

 Harapan Besar

Gerakan Nasional yang Mempererat Persaudaraan

Melalui program ini, PGLII berharap dapat terus memperkuat solidaritas antar gereja, membangun semangat saling melayani, serta menghadirkan manfaat nyata bagi gereja-gereja anggota di seluruh Indonesia. Seperti disampaikan Ketua Komisi XII PP PGLII, Petrus Wijesin Firminus, S.Th, program ini lahir dari hasil komunikasi dan pendataan terhadap gereja-gereja anggota di berbagai wilayah. “PGLII PEDULI merupakan gerakan pelayanan yang dibangun atas semangat kepedulian, gotong royong, dan saling memberkati dalam tubuh Kristus. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran PGLII bagi gereja-gereja anggotanya,” tegasnya.

 Dengan mengusung motto yang sangat kuat: “One Heart to Care, Together We Serve” – Satu Hati untuk Peduli, Bersama Kita Melayani – PGLII PEDULI diharapkan menjadi gerakan nasional yang mampu mempererat persaudaraan, memperkuat pelayanan gereja, dan menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan yang nyata.

 Bukan Sekadar Program Ekonomi, Melainkan Gerakan Kasih

Sebagaimana tertulis dalam dokumen resmi PGLII, program ini hadir bukan sekadar program ekonomi, tetapi gerakan pelayanan kasih yang nyata. Ia menjadi alat pemersatu gereja, sarana kesaksian sosial, dan wujud nyata kepedulian tubuh Kristus terhadap kebutuhan umat. Melalui sinergi antara PP PGLII, PGLII Wilayah, gereja anggota, donatur, dan mitra pelayanan, PGLII PEDULI berdiri kokoh sebagai pusat pelayanan ekonomi gereja yang berdampak luas bagi Indonesia.

 Dari Lampung, gerakan ini mulai menyala. Kini, saatnya seluruh wilayah Indonesia bersiap menyambut: Satu Wilayah, Satu PGLII PEDULI.

 

Komisi XII PP PGLII - 2026

 


ID EN