Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Di tengah pusaran arus informasi digital yang bergerak masif, Pengurus Pusat Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) melalui Program Infokom mengambil langkah strategis yang sangat rasional dengan meluncurkan program siniar bertajuk SIRUP, sebuah akronim dari Suara Injil di Ruang Publik.
Inisiatif ini terlahir dari kesadaran teologis dan sosiologis bahwa kaum injili memiliki tanggung jawab moral yang tak terelakkan untuk hadir dan menggarami diskursus di tengah masyarakat. Dalam kerangka logis program ini, kata "suara" bukanlah sekadar gema bunyi tanpa makna, melainkan sebuah artikulasi pemikiran, sikap kritis, dan kebenaran yang diucapkan dengan keberanian profetik. "Injil" dipahami secara utuh sebagai kabar baik, sebuah kebenaran sejati yang membawa transformasi, penebusan, serta paradigma baru bagi pemulihan seluruh aspek peradaban manusia. Sementara itu, "ruang publik" adalah arena dialektika tempat berbagai gagasan, kebijakan, dan wacana sosial dipertukarkan, yang pada era modern ini telah bertransformasi secara signifikan ke dalam platform media daring. Oleh karena itu, SIRUP dikonstruksi sebagai medium yang sangat rasional agar nilai-nilai kebenaran Injil tidak terkurung di dalam dinding tembok gereja, melainkan secara proaktif disuarakan untuk merespons dinamika informasi terkini, kepedulian publik, isu internal gereja, hingga persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan melalui sebuah seri publikasi bulanan.
Sebagai manifestasi konkret dari visi yang terstruktur tersebut, episode perdana podcast SIRUP telah sukses diselenggarakan pada hari Kamis, 5/2/26. Siaran yang berlangsung mulai pukul 18.00-19.00 WIB ini mengambil lokasi di Kantor Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia, Jalan Jambrut No. 24 , Jakarta Pusat. Mengangkat tema sentral mengenai Pemeliharaan Ciptaan atau Creation Care , diskusi ini dipandu oleh Ashiong P. Munthe dari tim Infokom PGLII Pusat. Beliau memoderasi diskursus intelektual dan spiritual bersama narasumber utama, Prof. Dr. Daniel Ronda selaku Sekretaris Umum PGLII, yang menguraikan persoalan lingkungan hidup ini melalui pisau bedah perspektif teologis mandat ciptaan.
Pemilihan tema perdana ini dilandasi oleh argumentasi injili yang sangat kuat mengenai bagaimana manusia seharusnya memposisikan diri di hadapan alam semesta ciptaan Tuhan. Secara mendalam, perbincangan ini menarasikan ulang konsep teologi penatalayanan. Prof. Ronda memaparkan argumentasi logis bahwa perintah Tuhan kepada manusia untuk "menguasai bumi" sering kali terdistorsi secara fatal oleh keserakahan manusia sebagai sebuah izin eksploitasi tanpa batas yang merusak alam. Narasi ini secara tegas meluruskan bahwa mandat tersebut sejatinya adalah sebuah tanggung jawab penatalayanan yang suci untuk menata, merawat, dan memastikan keberlanjutan tatanan ekosistem hayati.
Lebih lanjut, landasan teologis ini dibumikan secara kontekstual melalui analisis kritis terhadap respons gereja dalam menyikapi Proyek Strategis Nasional di tanah Papua. Diskusi ini tidak menutup mata terhadap realitas empiris mengenai dampak lingkungan dari proyek berskala masif, seperti potensi ancaman deforestasi dan perubahan lanskap ekologi yang drastis.
Di titik inilah suara Injil menemukan relevansinya di ruang publik; gereja dituntut untuk bersuara lantang mengadvokasi model pembangunan yang rasional dan bermoral, yang tidak sekadar memburu angka pertumbuhan infrastruktur, tetapi mutlak harus memanusiakan alam serta menghormati hak-hak sosio-kultural penduduk asli setempat. Sebagai kulminasi dari diskusi perdana tersebut, podcast ini merumuskan etika pembangunan berkelanjutan sebagai panggilan etis bagi umat Kristen.
Institusi gereja maupun individu orang percaya didorong untuk tidak sekadar menjadi pengamat yang pasif, melainkan berkontribusi secara empiris dalam fungsi pengawasan lingkungan hidup serta menginisiasi aksi-aksi nyata pemeliharaan ciptaan di tingkat komunitas lokal.
Melalui pendekatan yang holistik ini, kehadiran podcast SIRUP menjadi salah satu instrumen pencerahan, membawa relevansi firman Tuhan untuk menjawab pergumulan zaman secara logis, rasional, dan sangat injili.
Edisi perdana SIRUP dapat diakses melalui tautan berikut : SIRUP edisi perdana
APM
Komisi Infokom PP PGLII
2026