• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

PERNYATAAN KEPRIHATINAN DAN DUKACITA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DAN LEMBAGA-LEMBAGA INJILI INDONESIA (PGLII)

 

Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas meningkatnya aksi kekerasan yang telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan masyarakat sipil di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

PGLII turut berdukacita dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh keluarga besar Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), khususnya atas meninggalnya:

1.      Ev. Elianus Agimbau, gembala jemaat GKII.

2.      Melkiana Duwitau, seorang ibu hamil berusia 7 bulan.

3.      Okto Tigau, warga sipil yang turut menjadi korban.

4.      Serta seluruh korban sipil lainnya yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Setiap nyawa manusia adalah anugerah Allah yang memiliki martabat dan nilai yang luhur. Karena itu, PGLII menyesalkan terjadinya kekerasan yang terus berulang dan berdampak pada masyarakat sipil yang tidak seharusnya menjadi korban dalam situasi konflik apa pun.

Berdasarkan berbagai informasi yang beredar dan kredibel, kekerasan ini diduga terjadi dalam rangkaian operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata. Oleh sebab itu, PGLII mendorong agar dilakukan penyelidikan yang menyeluruh, independen, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap fakta yang sebenarnya serta memastikan adanya pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku. Negara juga berkewajiban memberikan perlindungan yang maksimal kepada seluruh warga sipil.

PGLII memohon kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap situasi keamanan dan kemanusiaan di Papua. Pemerintah diharapkan mengambil langkah-langkah yang efektif untuk menghentikan siklus kekerasan, menjamin keselamatan masyarakat sipil, menegakkan keadilan, memulihkan kepercayaan masyarakat, serta membangun perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Tanah Papua.

PGLII juga menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik agar menahan diri, menghentikan segala bentuk kekerasan, menghormati kehidupan dan martabat manusia, serta mengedepankan dialog, rekonsiliasi, dan pendekatan kemanusiaan sebagai jalan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Papua. Kekerasan tidak akan menghasilkan perdamaian yang sejati. Hanya melalui keadilan, kasih, dan dialog yang tulus, masa depan Papua yang damai dapat diwujudkan.

Sebagai tubuh Kristus, PGLII mengajak seluruh gereja di Indonesia untuk terus mendoakan Papua, menguatkan keluarga para korban, melayani mereka yang terluka, serta menjadi pembawa damai sebagaimana firman Tuhan: "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5:9).

Kiranya Tuhan menghiburkan setiap keluarga yang berdukacita, menyembuhkan mereka yang terluka, memberikan hikmat kepada para pemimpin bangsa, serta mengaruniakan damai sejahtera bagi seluruh masyarakat Papua.

Jakarta, 6 Juli 2026

PGLII


ID EN