• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

MAJELIS PERTIMBANGAN DAN PENGURUS PUSAT PGLII GELAR IBADAH PASKAH DAN FELLOWSHIP, AJAK JEMAAT FOKUS MENGENAL KRISTUS

 

Jakarta – Majelis Pertimbangan (Maper) bersama Pengurus Pusat (PP) Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) menggelar Ibadah Paskah dan Fellowship pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan berlangsung pukul 10.00–13.00 WIB di GRHA BERKAT, GRI Jemaat Berkat, Golden Plaza Blok G 15-16, Jl. RS. Fatmawati Raya No. 18, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Dr. R. B. Royke Bovie Rory, M.Th. dengan tema Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya.”

Empat Dimensi Filipi 3:10

Dalam khotbahnya, Pdt. Royke menguraikan empat dimensi utama dari Filipi 3:10:

1. Mengenal Dia: Relasi, Bukan Agama 

Ia menjelaskan kata “mengenal” berasal dari bahasa Yunani ginōskō yang berarti pengalaman pribadi, bukan sekadar informasi. “Seperti hubungan suami-istri, bukan sekadar data di KTP,” ujarnya. Pdt. Royke mengingatkan jemaat agar tidak terjebak kesibukan pelayanan, tetapi lupa duduk di kaki Yesus, sebagaimana tertulis dalam Lukas 10:42.

2. Kuasa Kebangkitan-Nya: Hidup Berkemenangan 

“Kuasa yang sama yang membangkitkan Yesus kini tinggal di dalam kita,” tegasnya, merujuk Efesus 1:19-20 dan Roma 8:11. Kuasa itu memampukan orang percaya bangkit dari dosa yang berulang, kepahitan hati, dan mental miskin. Ia mengilustrasikan dengan kisah Lazarus: “Kuasa kebangkitan membebaskan kita dari ‘kain kapan’ kebiasaan lama,” ucapnya mengutip Yohanes 11:44.

3. Persekutuan dalam Penderitaan-Nya: Sekolah Karakter 

Koinōnia berarti mengambil bagian. “Kita tidak dipanggil untuk mencegah salib, melainkan memikul salib,” katanya mengutip Lukas 9:23. Ia menegaskan penderitaan karena Kristus berbeda dengan penderitaan akibat kelalaian. “Misalnya, difitnah karena berlaku jujur, bukan karena terlambat melaporkan hibah.” Merujuk Roma 5:3-4, penderitaan menghasilkan ketekunan, tahan uji, dan pengharapan.

4. Serupa dalam Kematian-Nya: Ego Harus Mati 

“Baptisan artinya dikubur bersama Kristus,” jelasnya berdasarkan Roma 6:4. Hal yang harus dimatikan antara lain gengsi untuk meminta maaf, hak untuk membalas dendam, dan ambisi untuk terkenal. “Biji gandum harus mati dahulu agar berbuah banyak. Selama ‘aku’ masih hidup, Kristus tidak dapat hidup melalui kita,” ujarnya mengutip Yohanes 12:24.

Sebelumnya, Pdt. Royke mengutip Filipi 3:7-11 tentang Rasul Paulus yang menganggap tujuh kebanggaan duniawi sebagai “sampah” demi memperoleh Kristus. Ketujuh hal itu meliputi: disunat pada hari kedelapan, taat Hukum Taurat, berasal dari suku Benyamin, Ibrani asli, orang Farisi, penganiaya jemaat, dan tak bercacat dalam kebenaran Taurat.

“Banyak orang mengejar ‘kenal’ pejabat agar urusan lancar. Namun, Paulus yang sudah bertemu Yesus secara langsung, tujuannya tetap: ‘Aku mau lebih kenal Dia’,” tegas Pdt. Royke. Ia menutup dengan pertanyaan reflektif: “Setelah bertahun-tahun menjadi Kristen, apa tujuan kita? Sekadar masuk surga, atau mengenal Pribadi Pemilik surga?”

 

Sambutan dan Rencana Kegiatan PGLII

Usai ibadah, Ketua Umum PP PGLII, Tommy Lengkong, M.Th., menyampaikan sambutan. Ia mengucapkan selamat atas terpilihnya Pdt. Hussain Shaz Diman, S.Th., S.H., M.H., M.Ag. sebagai Ketua Umum Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Pusat Periode Pelayanan 2026-2031 dalam Konferensi Nasional X. Ucapan selamat juga disampaikan kepada Sekretaris Umum GKII yang baru. Disebutkan bahwa Ketua Umum dan Sekretaris Umum GKII tersebut merupakan bagian dari kepengurusan PGLII Pusat.

Sekretaris Umum PGLII turut hadir dalam acara Paskah dan Fellowship tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP PGLII juga menyampaikan rencana peringatan Hari Ulang Tahun PGLII yang akan diselenggarakan pada 17 Juli 2026 di Serpong, Tangerang Selatan. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus berdoa agar seluruh program PGLII dapat berjalan dan tuntas melalui pertolongan Tuhan.

Acara berlangsung dengan tertib dan diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Pdt. Tommy Lengkong, M.Th.

AP - Komisi Infokom PP PGLII


ID EN