• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

KPN 2026: MOMENTUM KEBANGKITAN PENGINJILAN HOLISTIK

 

BANDUNG – Konferensi Penginjil Nasional (KPN) yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) resmi dibuka di Bandung, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 hamba Tuhan dari berbagai wilayah di Indonesia ini menjadi titik temu strategis untuk merumuskan arah baru pelayanan gereja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan menyentuh realitas kehidupan jemaat secara utuh.

 

Spirit Penginjilan yang Tak Pernah Padam

 Pembukaan konferensi pada Rabu malam diwarnai dengan seruan untuk menjaga konsistensi pemberitaan Injil di tengah perubahan zaman yang cepat. Ketua Umum PGLII, Pdt. Dr. Tommy Lengkong, M.Th, dalam khotbah pembukaannya yang bertajuk “The Power of Gospel That Never Goes Out” (Matius 24:13-14), menegaskan bahwa Injil memiliki kekuatan transformatif yang tetap relevan melintasi generasi.

Menurut Pdt. Tommy, meskipun tantangan sosial dan teknologi terus berkembang, gereja tidak boleh kehilangan fokus pada Amanat Agung. Ia menekankan bahwa kesinambungan pelayanan sangat bergantung pada ketahanan iman dan kemampuan gereja membangun fondasi rohani yang kuat melalui pengajaran firman Tuhan.

 

Pemberdayaan Ekonomi sebagai Pintu Masuk

 Berbeda dengan konferensi pada umumnya, KPN 2026 memberikan porsi signifikan pada pendekatan pelayanan kontekstual sejak sesi pertama. Dalam workshop bertajuk Christian Entrepreneurship, pendiri Yayasan YCAB, Veronica Colondam, M.Sc., memaparkan pentingnya integrasi antara pelayanan spiritual dan pemberdayaan ekonomi.

Veronica menekankan bahwa gereja harus menyentuh aspek kehidupan nyata jemaat, bukan hanya sisi rohani. Kewirausahaan dalam perspektif ini diposisikan bukan sekadar untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai sarana memulihkan martabat manusia dan menghadirkan dampak sosial. "Ketika jemaat diberdayakan secara ekonomi, mereka berpotensi menjadi agen berkat bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.

 

Transformasi Manajemen dan Fondasi Rohani

 Isu transformasi internal gereja juga menjadi sorotan utama. Ps. Sammy Hartanto (President IFGF Global) mengingatkan agar gereja tidak terjebak pada rutinitas internal semata. Ia mendorong keseimbangan antara kehidupan doa dan tata kelola manajemen pelayanan yang profesional agar visi misi dapat dieksekusi secara berkelanjutan.

Pandangan ini diperkuat oleh Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham dalam sesi pleno, yang mengingatkan bahwa seberapa pun canggihnya metode pelayanan yang diadaptasi, kesatuan hati dan firman Tuhan harus tetap menjadi fondasi utama. "Pelayanan dapat berkembang mengikuti zaman, tetapi dasar rohani tidak boleh berubah," tegasnya.

 

Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sinode

 Semangat persatuan terlihat nyata melalui pertemuan strategis antara Badan Musyawarah Gereja Methodist Injili (GMI) dan PGLII di sela-sela konferensi. Ketua Badan Musyawarah GMI, Pdt. Ricardo RJ Palijama, menegaskan komitmennya untuk membangun kemitraan solid bersama PGLII demi pelayanan yang lebih berdampak.

Pdt. Tommy Lengkong menyambut baik inisiatif ini, menekankan bahwa kolaborasi antar-denominasi adalah kunci untuk memperluas jangkauan penginjilan di masyarakat Indonesia yang majemuk.

 

Respon Peserta dan Arah ke Depan

 Antusiasme peserta terlihat tinggi terhadap materi yang disampaikan. Pdt. Dicky Suwarta, M.Th, Ketua Umum Gereja Gerakan Pentakosta sekaligus Bendahara Panitia, menyebut KPN 2026 sebagai kesepakatan bersama untuk bergerak secara masif. "Dunia bergerak sangat cepat, gereja harus bergerak lebih cepat untuk menjawab panggilan pelayanan," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Pdt. Djajang Buntoro dari PGLII Bekasi, yang menilai materi pemberdayaan ekonomi sebagai pengingat penting bahwa pelayanan harus membangun manusia seutuhnya. Sementara itu, perwakilan generasi muda, Aris Tanto, mengaku termotivasi bahwa pelayanan tidak terbatas pada mimbar, melainkan juga melalui karya dan kreativitas.

KPN PGLII 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan agenda yang berfokus pada penguatan kapasitas pelayanan, baik secara spiritual maupun manajerial, guna menghadirkan transformasi nyata bagi bangsa.

 

DK

Komisi Infokom PP PGLII


ID EN