• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

GEREJA DOBRAK KEMANDIRIAN EKONOMI JEMAAT

BANDUNG – Konferensi Penginjil Nasional (KPN) PGLII 2026 resmi dibuka di Bandung pada Rabu (11/2/2026). Acara ini mengusung misi besar: membawa pelayanan gereja menyentuh realitas hidup jemaat secara nyata. Lebih dari 300 hamba Tuhan dari seluruh Indonesia hadir dalam momentum strategis ini.

 

Kemandirian Ekonomi Sebagai Misi 

Rangkaian acara diawali dengan workshop pemberdayaan ekonomi jemaat oleh Veronica Colondam, M.Sc.. Pendiri Yayasan YCAB ini menegaskan bahwa penginjilan harus menyentuh kesejahteraan ekonomi.

"Kewirausahaan Kristiani bukan sekadar mencari untung," ujar Veronica. Menurutnya, ini adalah sarana membangun martabat dan tanggung jawab sosial. Gereja didorong menjadi pusat pembentukan karakter wirausaha yang jujur dan berintegritas.

 

Adaptasi di Tengah Perubahan Zaman

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham dalam sesi pleno mengingatkan pentingnya fondasi rohani. Ia menekankan bahwa metode pelayanan boleh berubah mengikuti teknologi, namun nilai Alkitab harus tetap absolut.

Senada dengan itu, Ps. Sammy Hartanto dari IFGF Global menyoroti pentingnya efisiensi sistem pelayanan. Gereja diminta tidak hanya fokus pada kegiatan internal, tetapi berani berdampak bagi masyarakat luas.

 

Komitmen Penginjilan Masif 

Ketua Umum Gereja Gerakan Pentakosta, Pdt. Dicky Suwarta, M.Th, menegaskan KPN 2026 adalah titik kesepakatan bersama. PGLII berkomitmen bergerak dalam penginjilan secara masif dan sistematis.

"Dunia bergerak cepat, gereja harus bergerak lebih cepat," tegas Pdt. Dicky. Kolaborasi lintas sinode menjadi kunci utama untuk menjangkau generasi muda.

 

Puncak Pembukaan: Api yang Tak Padam 

Pada seremoni pembukaan, Pdt. Dr. Tommy Lengkong, M.Th menyampaikan khotbah bertajuk "The Power of Gospel That Never Goes Out". Mengacu pada Matius 24:13-14, ia mengingatkan bahwa kuasa Injil tidak akan pernah padam oleh tantangan zaman.

Acara malam tersebut juga diwarnai pertemuan hangat antara PGLII dengan Badan Musyawarah Gereja Methodist Injili (GMI). Kedua pihak sepakat memperkuat sinergi pelayanan nasional yang inklusif dan adaptif.

 

Refleksi Peserta

Antusiasme terlihat dari testimoni peserta lintas generasi: Pdt. Djajang Buntoro (Bekasi): Menilai gereja wajib menyiapkan jemaat menghadapi realitas hidup dan kemandirian ekonomi. Aris Tanto (Pemuda Bandung): Menyadari bahwa pelayanan tidak harus di mimbar, tapi bisa melalui karya dan kreativitas.

 

KPN PGLII 2026 akan berlangsung selama tiga hari (11-13/02/26) dengan agenda pleno misi dan diskusi strategis lainnya.

 

DK

Komisi Infokom PP PGLII


ID EN